APENSO INDONESIA

header ads

NONTON VISIT AKREDITOR

NONTON VISIT AKREDITORS

Oleh: Gempur Santoso

Acaranya akreditasi perguruan tinggi. Sebagai undangan selaku ketua salah satu lembaga. Sebagai lembaga sayap, supporting tri dharma. Kegiatan bertanggungjawab kepada rektor.

Sampai di tempat bertemu seorang pengurus perkumpulan, yayasan. Dipersilahkan segera masuk. Tanpa bicara. Mengikuti bahasa isyaratnya, lambaian tangan saja.

Masuk ruang. Di sebelah pintu masuk bertemu salah satu wakil rektor (warek). Dibisiki, kalau ngopi, emm enak. Oh ya, ayo..jawab saya. Pas memang ngopi hobi saya. Nanti saya susul, katanya. Ya nanti saja, jawab saya.
Akhirnya saya lanjut masuk ruang. Pilih tempat duduk paling belakang.

Mulai pasang telinga dan mata. Rektor sedang menjawab atas cecaran pertanyaan para asesor. Ada 4 orang asesor. Dua di antarannya bergelar profesor, lainnya doktor. Mirip sidang terbuka ujian doktor. Bedanya, rektor banyak yang bantu.

Tolong tayangkan organisasi kampus, perintah asesor. Dalam susunan organisasi kampus, kok beda dengan borang ini.

Dijawab rektor secara cepat, dulu namanya itu sekarang diganti. Disesuaikan kebutuhan perkembangan.

Asesor lain, diborang ada tertulis SPM (satuan penjaminan mutu). Di struktur kok tidak ada. Rektor menjawab "sudah diganti". Namanya LPMI (lembaga penjaminan mutu dan monitoring internal).

Ini ada lagi, ada PSB di tanyangan tak ada. Dijawab asesor sendiri "sudah diganti ya". Gerrrrr....

Kapan mulai diganti, tanya asesor. Dijawab sejak pergantian rektor. Bagaimana, apa yg terjadi jika tiap tahun ganti rektor?, ganti ganti struktur terus. Kata asesor.

Dapat dipetik hikmah. Perubahan apapun di perguruan tinggi, tidak bersamaan pergantian rektor. Perubahan dilakukan sesuai setiap tahapan renstra jangka panjang.

Dilakukan evaluasi setiap tahap. Tercapai atau belum. Jika belum, diberi treatmen solusi. Perlu keputusan bisa mulai tahap berikutnya atau belum.

Agar tidak numpuk kekurangan. Bahkan, tiap tahun harus dievaluasi. Dibuatkan rencana operasional (renop) tahunan. Berupa program tahunan.

Evaluasi tahunan, apa dalam satu tahun tercapai. Jika belum, kedala apa. Alternatif solusinya apa. Dalam capaian renop.

Semua harus terdokumen dari foto, laporan hasil rapat penting. Sampai daftar hadir harus terdokumen.

Jika hasil evaluasi tahapan ternyata telah tercapai. Ataupun melebihi. Maka, mulailah masuk tahapan renstra berikutnya. Saat itulah, mulai redesain (bisa diganti atau diubah) struktur, program dan sebagainya. Efeknya merevisi statuta.

Visi misi bersifat pribadi rektor tak diperlukan. Karena, visi misi rektor harus sama dan identik dengan visi misi kampus tertuang di renstra. Melanjutkan renstra.

Jadi memang agak beda dengan pilpres, pilgub, atau pilbub/pilwali. Calon harus punya visi misi program. Untuk mengelabuhi rakyat. Untuk menjanjikan rakyat. Kepentingan suara.

Tampaknya. Manajemen kampus harus diselaraskan dengan standar akreditasi. Terdapat 7 standar.

Yayasan selaku founding harus menyesuaikan manajeman kampus/akademik. Jika tidak, ada yang terlewat kebutuhan standar penjaminan mutu. Harus membuat seolah ada. Harus berkata ada. Ini berat. Bisa membuat rektor cepat tua.

Politik bisnis yayasan, jika dibolehkan. Walau bersama. Harus terpisah dengan manejemen kampus/akademik.

Agar tak tumpang tindih. Banyak splitter frekuesi, kemresek. Bahayanya justru menjadi kontra produktif. Padahal, seharusnya simbiosis.

Melihat dialog rektor dan asesor. Kepalaku jadi pusing. Bagaimana rasanya. Mungkin kepala rektor malah pusing berat.

Saya pelan pelan berdiri, hampir tak ada yang tahu. Mundur, keluar ruang. Menuju kantin, ngopi. Ternyata di kantin, banyak yang berbaju sama saya, berseragam. Sudah nglumpuk, penggemar kopi. Mungkin mereka kepalanya pusing juga. Untung ada kopi.

Itu baru satu aktivitas kampus di luar tri dharma. Bersifat administratif yakni akreditasi perti. Melibatkan semua pejabat kampus dan semua dosen.

Dosen terbebani admistrasi lainnya masih banyak. Ada akreditasi prodi, bkd setahun 2x, update google sholar, memasukan courses of line juga jurnal perkuliahan online persemester. Laporan kinerja tahunan. Update sister on line. Dan sebagainya.

Beban administrasi dosen makin tinggi. Penat pusing. Kompensasinya ngopi, preventif stroke. Bagi yang ada gangguan lambung jangan ikutan ngopi. Biar perut tak makin bermasalah.
--------


Posting Komentar

0 Komentar