APENSO INDONESIA

header ads

JAGA DIRIKAN SHALAT


JAGA DIRIKAN SHALAT
Oleh: Agung Santoso
Director Education
APENSOINDONESIA.COM


Sedih terasa hati ini, saat menyaksikan keadaan kaum muslimin saat ini yang sudah berani meninggalkan shalat. Mungkin tidak semua ikut sedih. Bagaimana hati tidak merasa sedih ? Masjid-masjid di negeri yang mayoritas muslim ternyata tidak semua memakmurnya. Ada Masjid hanya beberapa orang saja, dan paling banyak hanya satu shaf. Terutama pada shalat lima waktu selain shalat maghrib. Bahkan ada masjid yang tidak dikumandangkan suara adzan karena kesibukan masyarakatnya terhadap dunia. Mungkin mereka shalat di rumah, atau di tempat kerja masing masing atau dalam perjalanan jauh.

Bagaimana umat Islam akan makmur, jika ajarannya yang agung diremehkan dan ditinggalkan ?  Oleh karena itu, mudah-mudahan risalah spirit tahajud ini membuat kita menyadari betapa tingginya kedudukan shalat dalam Islam. Shalat adalah tiang agama,
Rasulullah saw bersabda:
“Pokok perkara adalah Islam, tiangnya shalat dan puncaknya jihad fii sabiilillah.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Shalat merupakan amal shalih yang paling dicintai Allah. Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  “Amal apa yang paling dicintai Allah Ta’ala?” Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab: “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa?” Beliau menjawab, “Berjihad fii sabiilillah.” (HR. Bukhari-Muslim)

 Shalat adalah amal saleh yang pertama kali dihisab pada hari kiamat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Pertama kali yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalnya dan jika buruk, maka buruklah seluruh amalnya.” (HR. Thabrani, lih. Shahihul Jami’ no. 2573)

 Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya,

“Jagalah shalat, jagalah shalat, dan berbuat baiklah kepada budak yang kalian miliki.” (HR. Thabrani, lih. Shahihul Jami’ no. 3873)

Allah Swt.  memerintahkan kita menjaganya baik ketika hadhar (tidak safar) maupun ketika safar, ketika suasana aman maupun suasana mencekam. Dia berfirman: “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.—Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. (QS. Al-Baqarah: 238- 239) ...

YaAllah semua umat islam seluruh Dunia berilah taufik hidayah dan ampunilah semua Dosa2nya, maafkanlah semua kesalahanya, terimalah semua amal sholehnya dan jadikanlah generasi2 yg sholeh sholikah serta masukkanlah Ke Surga--MU tanpa HISAB dengan RAHMAT--MU.

Agsa

Posting Komentar

0 Komentar