APENSO INDONESIA

header ads

Lentera: *MENGHAFALKAN ILMU*

Lentera:

 *MENGHAFALKAN ILMU*
Oleh: Agung Santoso
Director of Spiritual Education
APENSOINDONESIA.COM


Menghafal merupakan salah satu tahapan penting yang harus dilakukan oleh penuntut ilmu, jangan biarkan ilmu itu lepas, maka hafalkan untuk mengikat ilmu tersebut.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,*_

نضَّر الله امرأً سَمِع مقالتي فوَعَاها وحَفِظها وبَلَّغها، فرُبَّ حامل فِقْه إلى مَن هو أفقه منه،

_“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu menghafalnya lalu menyampaikannya. Banyak orang yang menyampaikan ilmu kepada orang yang lebih paham darinya”_ *(HR At-Tirmidzi).* Hadits ini mutawatir. Hadits tersebut diriwayatkan oleh sekitar dua puluh orang sahabat. (Ustadz Badrussalam)

Oleh karena itu, sebagian ulama berkata, “Awal ilmu adalah husnul istimaa’, yaitu mendengar dengan baik. Mendengar akan lebih sempurna dengan mencatat. Sebagaimana dikatakan oleh imam Az-Zuhri, “Ikatlah ilmu dengan mencatatnya.” Maka hendaklah para penuntut pintar mendengar dan mencatat ilmu terlebih dahulu. Orang yang tak pandai mendengar ia tidak akan dapat menuntut ilmu.

Kemudian selanjutnya adalah menghafal. Ada ungkapan dahulu yang masih teringat dibenak kami menyebutkan "Yang penting faham, tidak perlu menghafal", ini ungkapan yang tidak benar, yang benar adalah _"fahami, kemudian hafalkan"._ Karena dengan menghafal ini kita akan lebih maksimal dalam mengamalkan karena tau isi redaksi dengan lengkap, dan lebih-lebih kita akan mampu mendakwahkan. Sungguh tidak lucu kan ketika berdakwah, lupa redaksi hadist atau Al-Qur'annya.

Maka dari itu biasakan mulai sekarang untuk menghafalkan ilmu yang disampaikan, bermula dari mendengarkan dan mencatat, maka akan lebih mudah faham. Setelah itu hafalkan, maka insyaallah bisa naik ketahap selanjutnya, yaitu mengamalkan dan mendakwahkan.

(AGSA)

Posting Komentar

0 Komentar