APENSO INDONESIA

header ads

RAMADHAN SEHAT DAN RAMADHAN CERIA ALA SMP PGRI 6 SURABAYA MENUJU SISWA UNGGUL

“RAMADHAN SEHAT DAN RAMADHAN CERIA
ALA SMP PGRI 6 SURABAYA MENUJU SISWA UNGGUL”

(Gambar Ilustrasi)

Oleh : Banu Atmoko
Apenso Indonesia



Berpuasa sebulan penuh memberikan manfaat yang sangat positif untuk kesehatan. Tapi tentunya, ini berlaku jika seorang individu melakukan puasa sehat, bukan puasa dengan pola makan berantakan dengan asupan yang justru tidak sehat. Jika yang terjadi justru buka puasa atau sahur sembarangan, gula darah hingga berat badan bisa mengalami kenaikan. 

Di Indonesia, puasa di bulan Ramadan biasanya berlangsung sekitar 12 jam, sejak matahari terbit hingga terbenam. Dalam periode itu, tidak ada asupan makanan atau minuman ke dalam tubuh. Oleh karenanya, tubuh akan memanfaatkan cadangan karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi. Ketika menjalani ibadah puasa Ramadan, tubuh hanya mendapatkan asupan makanan dan minuman secara optimal saat sahur dan buka puasa. Artinya, asupan nutrisi pada kedua waktu itu sangatlah penting. 

Beberapa cara melakukan puasa sehat di antaranya : 
1. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi. 
Saat puasa maupun tidak, kebutuhan tubuh akan cairan tetap sama. Namun dengan jeda selama 12 jam tidak mendapatkan cairan, artinya asupan cairan harus diatur saat sahur, buka puasa, dan menjelang tidur. Pastikan asupan cairan tetap mencukupi dan tidak berlebih, karena terlalu banyak minum air putih juga tidak baik. 

2. Hindari minuman dengan pemanis. 
Selain memastikan tubuh terhidrasi dengan baik, sebaiknya beri asupan cairan dalam bentuk air putih. Saat buka puasa, biasanya orang menginginkan minuman manis. Di sinilah tantangannya, bagaimana agar tidak terbiasa minum manis setiap hari selama 30 hari. Alternatifnya, minumlah dengan pemanis alami dari madu. Dengan demikian, tubuh tidak akan mendapat terlalu banyak asupan gula hanya dari minuman saja. 

3. Tidak berlebihan saat berbuka puasa
Ingat, saat berbuka puasa bukanlah saat “balas dendam”. Artinya, jangan sampai ketika azan Magrib berkumandang langsung makan sepiring penuh dengan lauk pauk yang digoreng atau diproses berlebihan. Justru, asupan itu bisa menyebabkan kolesterol hingga tekanan darah tinggi. Buka puasa sehat adalah membatalkan terlebih dahulu dengan minuman manis atau kurma, lalu memanfaatkan jeda untuk salat. Kemudian, baru mengonsumsi makan malam setelah salat Magrib agar pencernaan tidak kaget. 

4. Pilih menu sahur yang tepat. 
Mengonsumsi sepiring penuh nasi dengan lauk pauk saat sahur bisa jadi sekilas terlihat “mengenyangkan”, namun tidak untuk sistem pencernaan. Justru, sistem pencernaan harus bekerja keras untuk mengolahnya dan berakhir dengan munculnya rasa lapar lebih cepat. Untuk itu, pilih menu sahur yang tepat demi puasa sehat. Pilih makanan yang kaya serat, gandum utuh, yogurt, buah, dan sayuran. Jenis menu tersebut akan jauh lebih mengenyangkan dan mencukupi kebutuhan energi sepanjang hari. 

5. Tetap aktif bergerak.
Berpuasa bukan berarti mengurangi aktivitas fisik sepenuhnya. Justru, sebaiknya tetap bergerak dan beraktivitas fisik seperti biasa namun dengan intensitas ringan. Hal ini akan membuat tubuh lebih siap beradaptasi dengan siklus saat berpuasa.

Alhamdulilah puasa Ramadhan sudah 14 di jalani, dimana selama puasa Ramadhan 1442 H tersebut Siswa/Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya Sekolah Peduli Berbudaya Lingkungan yang terletak di Jalan Bulak Rukem III No 7 – 9 Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir tetap aktif bergerak selama bulan Suci Ramadhan 1442 H/ 2021, seperti yang dilakukan pada hari Sabtu, 24/4/2021 seluruh Siswa/Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya berkumpul di lapangan untuk latihan Panahan. 

Dimana latihan Panahan di mulai pukul 08.30 sebelum memulai latihan Panahan Siswa/Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya melakukan pemanasan. Kegiatan Panahan tersebut dilatih oleh Kak Syahrul, S.Pd alumni jurusan UNIPA Matematika kelahiran November 1986. Dengan telaten, sabar Kak SYAHRUL, S.Pd melatih anak - anak SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya.

Menurut Penulis yang juga Kepala SMP PGRI 6 Surabaya alumni jurusan PLS UNESA kelahiran April 1984 bahwa Ramadhan Sehat, Ramadhan Ceria itu yang selalu diajarkan di SMP PGRI 6 Surabaya dengan kondisi kita sehat dan ceria kita bisa jadikan Siswa/Siswi SMP PGRI 6 Surabaya dan SDS "AL-IKHLAS Surabaya menjadi Generasi Emas Unggul dan Generasi Emas Qur'ani.
#TantanganGuruSiana  
#dispendikSurabaya 
#Guruhebat



Posting Komentar

0 Komentar