APENSO INDONESIA

header ads

DIALOG GARENG-PETRUK (DIGARUK) : GARENG INGATKAN HTW

DIALOG GARENG-PETRUK (DIGARUK) :


GARENG INGATKAN HTW
Oleh : Kris Mariyono
Director of Jurnalism Apenso Indonesia



Kang Gareng sebagai sesepuh Negeri Karangkedempel Merdeka ekspresinya sedih gundah gulana mendengar kabar kurang sedap adanya Petinggi Negeri Wakil Adipati terlibat kasus kriminalitas. Presiden buruk bagi tatanan Pemerintahan Negeri mulai merambah aman dari wabah Virus Bahaya Sekali (VBS).

"Ya hampir dua tahun VBS menghantui Negeri Karangkedempel, tidak hanya menggangu roda perputaran ekonomi negeri melainkan juga pranata kehidupan sosial," gumam Kang Gareng sendiri manyantap pisgor ala Warkop Lur We (Dulur Dewe).

"Beli ragi ke pasar Kediri, pagi-pagi sudah ngomong sendiri. Obatnya habis ya," ujar Petruk yang tiba-tiba muncul berdiri di belakang Kang Gareng.

"Jangan ngawur kamu Truk, apa tidak tahu. Ada kabar panas menyengat negeri yang membuat saya galau," terang Kang Gareng tanpa ragu-ragu.

"Jenang campur ketan ireng, ya mari kita pecahkan bareng. Biar tidak streus.. ee stres Kang. Terus pesoalannya apa ?" kilah Petruk sembari tersenyum.

"Eualah Truk. Kamu tidak tanggap apa memang pura tidak tahu. Ini lho.. soal Wakil Adipati Kadipaten Lumut Emas yang menjadi tersangka kasus tindakan kriminal berat," ucap Kang Gareng sembari memandang tajam Petruk.

"Bentul campur tahu, sebetulnya saya sudah tau. Cuma saya no comment saja, tapi berhubung untuk membantu Kang Gareng ya.. saya tak pesan Sogem (Soda Gembira) ya...sip," kata Petruk penuh semangat.

"Kan kasus Wakil Adipati itu sebenarnya persoalannya tidak jauh dari HTW yang saling berkaitan, itu thok," tambah Petruk mantul.

"Ya saya tau Truk. Harta tahta wanita yang tidak habis pikir. Seorang pengawal ibu Wakil Adipati nasibnya naas sekali," ungkap Kang Gareng.

"Nanas dibawa ke Jakarta, naas karena soal wanita ya jika dinalar, apa bisa terjadi pengawal pribadi hampir tiga tahun melakukan tindakan asusila bulan asugila kepada majikannya. Kalau memang benar ? alangkah naifnya," ucap Petruk penuh diplomasi.

"Ya semuanya sudah menjadi bubur, mau dibuat bubur ayam sudah hosong ee... gosong, hahaha.Wakil Adipati seharusnya ya tidak melakukan tindakan keji. Cek in recek dulu pada istrinya ya usianya 41 tahun, Wakil Adipati 55 tahun. Ya.. kembali lagi kaitannya dengan tahta yang bisa membutakan segala tindakan, pastinya demi harga diri keluarga,'' beber Kang Gareng yang menunggu proses nasib Wakil Adipati yang sudah diagendakan menjadi Adipati.

"Hansip beli kain, ya nasibnya berkata lain. Wakil Adipati harus berurusan dengan Hukum Negeri karena ada indikasi sebagai otak bukan otak-otak terbunuhnya pengawal istri Wakil Adipati dengan tuduhan berbuat tidak senonoh terhadap Bu Bos," urai Petruk sambil membetulkan rompi saktinya.

"Ya Truk. Ingat! HTW bisa membahagiakan, bisa menyusahkan tergantung kita merawat dan mensyukurinya," pungkas Kang Gareng langsung lari ke toilet.

"Ke Pasar beli dodol, dasar sudah dol hahaha.." tandas Petruk diwarnai tertawa kecuil ee kecil.





🌸AHAD BERKAH🌸

SELAMAT PAGI & SEMANGAT BERAKTIVITAS
JAGA KESEHATAN & KEBERSIHAN

------





Posting Komentar

0 Komentar