APENSO INDONESIA

header ads

LETAK ERGONOMIS PUSAR MANUSIA


LETAK ERGONOMIS PUSAR MANUSIA


Oleh: Gempur Santoso 

(Gubes Bidang Ergonomi-K3, Teknik Industri, FT, Umaha Sidoarjo)


Ternyata satu abad sebelum Masehi sudah ada praktek menggunakan paradigma ergonomi. Sudah lama sekali. Itu terjadi di Roma. Ketika orang bernama Vativius melakukan pengukuran pusar (udel) sebagai pusat tubuh manusia.

Pusat tubuh merupakan center of gravity manusia. Manusia akan berjalan atau bergerak itu karena didesain oleh Yang Maha Pencipta bahwa titik pusat tubuh ditemukan berada segaris pusar (udel). Itu untuk manusia "lumrah" (pada umumnya), kecuali mengalami desibel tertentu.

Dalam praktek sehari-hari. Coba perhatikan tubuh Anda. Bahwa tinggi siku itu hampir sama tinggi pinggul. Ditengah-tengahnya ada pusar (udel). Di garis pusar itu merupakan titik tengah tubuh (titik pusat) manusia sebagai titik keseimbangan.

Makhluk manusia berbentuk sangat berbeda dengan makhluk lain. Katakan makhluk bangsa kera/moyet. Perhatikan, tinggi siku binatang sebangsa kera pasti dibawah pinggul. Mengapa? Karena terkait titik berat tubuh (center of gravity) hewan kera. Itu untuk keseimbangan gerak hidup kera.

Jelas berbeda antara makhluk manusia dengan makhluk kera. Titik berat/tumpu tubuhnya saja letaknya berbeda.

Kalau seabad sebelum masehi, bahwa manusia sudah mencari titik tubuh manusia (titik keseimbangan). Berarti telah ada manusia memiliki paradigma ergonomi (ergo= gerak ; nomi= nomos artinya alamiah). 

Berarti juga. Dulu, seabad sebelum Masehi, telah ada manusia memikirkan manusia. Utamanya keseimbangan gerak manusia secara alamiah (natural).

Jelas, manusia bukanlah hewan kera. Bila tak percaya, ukurlah tinggi siku dan tinggi pinggul Anda dari lantai. Kalau hampir sama, ya kita ini manusia. Titik pusat tubuh di garis pusar. Agar kita memiliki keseimbangan lumrah-nya manusia.

Untuk apa mengetahui titik berat/tumpu tubuh (center of gravity). Itu digunakan untuk keperluan mendesain peralatan manusia. 

Kita tahu, bekerja ada yang posisi berdiri, duduk, duduk setengah berdiri, kadang duduk kadang berdiri, dan lain-lain. 

Dalam posisi berkerja itu harus memiliki performen yang tepat. Juga, ada yang membutuhkan alat (produk), agar perfomanya baik. 

Di dalam mendesain produk itu harus memperhatikan titik berat/tumpu tubuh yang tepat. Agar otot rangka tubuh manusia fisiologis, terjadi keseimbangan tubuh. Dengan demikian, bekerja menggunakan alat itu membuat tidak mudah lelah dan membuat nyaman. Ergonomis.

Semoga kita selalu sehat lahir batin...aamiin yra.

(GeSa)



Posting Komentar

0 Komentar